Pengertian Penyakit Sifilis

Sifilis atau biasa juga disebut dengan ‘Raja Singa’ ini merupakan salah satu dari sekian banyak penyakit menular seksual (PMS) yang sangat mengerikan. Karena jika penderita penyakit ini tak secepatnya melakukan pengobatan, maka akan berdampak amat fatal. Penyakit ini disebabkan oleh serangan bakteri yang bernama Treponema pallidum, dan memiliki sifat yang kronis serta menahun. Sifilis jika tak langsung ditangani dapat menimbulkan efek kerusakan sistem saraf tubuh, saraf otak, dan gagal jantung. Penularan penyakit tersebut dapat melalui hubungan seksual ataupun seks oral. Jika salah satu orang yang melakukan kegiatan seks menderita sifilis, maka dapat tertular melalui selaput lendirnya, bisa itu vagina, mulut ataupun kulitnya. Namun kebanyakan dari penderita penyakit sifilis adalah laki-laki, walaupun demikian perempuan juga dapat terkena penyakit ini. Penyebab timbulnya penyakit sifilis beragam mulai dari transfusi darah yang telah terkontaminasi, berhubungan seksual tanpa mengunakan pengaman (kondom), berhubungan seks dengan banyak pasangan, berhubungan seks dalam pengaruh obat atau alkohol, Homoseksual, dan penularan dari sang ibu kepada bayinya saat kehamilan.

Kita perlu mengerti ciri dan gejala jika terindikasi penyakit sifilis, karena pada awal penyakit ini hampir sama dengan penyakit pada umumnya. Dalam kasus ini, gejala pada laki-laki mudah untuk dideteksi dibandingkan perempuan. Inilah gejalayang akan dirasakan oleh penderita dalam kurun 1-13 minggu setelah terinfeksi bakteri Treponema pallidum :
   Tanda awal yang akan dirasakan oleh penderita seperti tidak enak badan, demam, tidak memiliki nafsu makan, sakit kepala, mudah lelah, mual, selalu berkeringat, dan menggigil kedinganan.
   Pada hari selanjutnya, penderita akan mengalami anemia.
   Muncul ruam pada bagian tubuh, bisa dimana saja. Terutama pada bagian organ vital, ruam tersebut menimbulkan rasa gatal yang amat sangat.
   Rambut penderita akan mengalami kerontokan.
   Adanya luka terbuka seperti infeksi gigitan oleh serangga.

Jika tak segera dilakukan penanganan yang berlanjut, maka hal yang mengerikan akan Anda rasakan. Berikut ini gejala yang dirasakan oleh laki-laki dan perempuan jika penyakit sifilis tak segera dilakukan penanganan yang berarti.

Gejala pada laki-laki yang mengidap penyakit sifilis terutama (homoseksual) :
     Saat berhubungan seksual merasakan nyeri atau pada saat buang air kecil yang diiringi dengan keluarnya kotoran atau cairan dari penis. Kerongkongan terasa sakit atau terdapat luka akibat oral sex, terutama bagi mereka yang homoseksual.
     Pada bagian anus akan terasa nyeri, akibat anal seks.
     Terdapat luka memerah yang tak menimbulkan rasa sakit yang berarti pada daerah kelamin, area anus, bagian kerongkongan, dan juga lidah. Air kencing berwarna gelap sedangkan feses berwarna terang, mata dan kulit memiliki warna kuning.
     Terdapat bintik merah pada kulit dan pada telapak tangan dan kaki bersisik. Adanya gejala infeksi yang aneh, lelah yang datang tiba-tiba, timbul keringat malam, berat badan menurun drastis.
     Pada daerah penis timbul luka seperti terbakar yang kemudian berubah menjadi koreng, pembengkakan kelenjar limfa, demam tinggi, dan seluruh tubuh terasa nyeri.

Berikut gejala pada perempuan yang sedang mengidap sifilis :
    Keluarnya cairan yang tidak normal pada vagina, wujudnya seperti keputihan yang banyak. Sifat cairan ini berbau sangat amis dan memiliki warna putih kehijau-hijauan.
    Pada saat kencing dan berhubungan seksual terasa nyeri, pada bagian dan daerah sekitar vagina terasa gatal. Timbul lecet atau luka kecil yang kadang terasa sakit, namun ada juga yang tak terasa sakit serta diiringi dengan proses pembengkakan kelenjar getah bening.
    Terjadi perubahan pada warna kulit dan mata, namun pada kaum perempuan tidak menunjukkan gejala yang jelas. Bahkan pada perempuan tidak mengalami keluahan yang berarti, sehingga mereka mudah menjadi sumber inang penularan.
    Timbulnya komplikasi Bartolitis, yaitu terjadi pembengkakan kelenjar Bartholin sehingga penderita susah untuk berjalan karena nyeri yang amat sangat. Komplikasi ini dapat juga berakhir dengan kemandulan, bisa juga menjadi awal dari penyakit radang perut dan usus.
    Pada seorang ibu hamil yang mengidap penyakit ini, jika tidak segera diobati maka mata sang jabang bayi saat lahir dapat mengalami kebutaan.
 
  Langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit sifilis :
    Gunakan kondom saat berhubungan seksual, namun cara ini tak sepenuhnya mencegah risiko untuk terkena sifilis.
    Tanamkan prinsip dalam hubungan jangka panjang dengan satu pasangan saja yang tidak terinfeksi.
    Hindari seluruh zat yang dapat membuat mabuk seperti alkohol dan obat-obatan terlarang. Karena jika seseorang sudah terjerumus hal tersebut maka akan lekat dengan seks bebas.
    Tidak melakukan seks bebas dengan bergonta-ganti pasangan, cukup satu saja.
    Dalam suatu hubungan, bersifatlah terbuka akan riwayat penyakit sifilis yang Anda derita. Agar dapat menemukan titik terang dan tidak menyesal pada kemudian hari.
Perkuat iman dan selalu hidup sehat.
Loading...