Jenuh Dengan Gaya OTT KPK, Presiden Bentuk OPP dan Langsung Melejit

Secara resmi hari ini Selasa (11/10) Presiden Joko Widodo membentuk Operasi Pemberantasan Pungli (OPP), langsung sejam kemudian anak buah Kapolri Tito berhasil menangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah permainan calo di Kementerian Perhubungan,yang selama ini menjadi lahan  bisnis basah bagi kalangan pegawai dalam.
Operasi Pungli ini dimaksudkan Presiden Jokowi agar lebih mantab ketimbang OTT yang dilakukan KPK dengan biaya operasi yang besar namun hasil jaringannya hanya recehan, sebagaimana bentuk OTT yang dilakukan KPK belakangan ini.
Bahkan untuk memicu semangat berantas pungli yang semakin menyengsengsarakan rakyat kecil, Presiden Jokowi langsung datang bersama Kapolri di TKP Kemenhub.
Kepada wartawan Jokowi memerintahkan aparat menangkap dan memecat siapa saja yang melakukan pungutan liar (pungli). Nilai pungli berkisar ratusan ribu hingga jutaan rupiah. 
"Tangkap dan pecat," kata Jokowi di kantor Kemhub Jakarta, Selasa (11/10).
Pada kesempatan itu, Jokowi kembali mengingatkan seluruh lembaga dan instansi untuk menghentikan pungli terkait pelayanan kepada masyarakat. 
Di lokasi yang sama, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebutkan OTT tersebut terkait berbagai perizinan di bidang perkapalan. Dan sebagaimana diketahui bahwa Kemenhub merupakan salah satu sarang penyamun yang subur selama ini karena besarnya regulasi transportasi beraneka ragam di Kemenhub.
Banyak pihak memuji langkah OPP agar jangan menjadi lahan OTT KPK yang semakin tidak bermutu seperti belakangan ini, apalagi gaya dan style KPK mulai banyak dihujat karena ditemukan banyaknya penyimpangan didalam operasional penangkapannya melalui sadapan yang kontroversi itu. 
Loading...