Gaya Hidup Sehat untuk Mencegah Kanker

Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Terlebih dalam penyakit kanker yang hingga kini peluang kesembuhannya masih rendah. Pencegahan kanker dapat dimulai dengan menerapkan gaya hidup sehat.
Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia Prof Dr Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, mengatakan, gaya hidup sehat bisa menurunkan risiko terkena kanker.
"Kanker sangat dipengaruhi gaya hidup, hanya sebagian kecil karena faktor genetik," kata Aru dalam kegiatan program edukasi Garuda Indonesia Peduli Kanker Serviks dan HIV/AIDS di Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
Gaya hidup yang seperti apa? Pertama, jalankanlah pola makan sehat. Perbanyak makan sayuran dan buah-buahan yang kaya antioksidan karena dapat menangkal radikal bebas.
Selain itu, lanjut Aru, kurangi makanan yang dapat memicu karsinogenik, seperti daging merah yang dimasak terlalu lama atau sampai gosong, dan daging olahan seperti sosis.
"Bukan berarti daging merah tidak boleh, tapi jangan sering-sering. Setidaknya dua kali saja seminggu. Bisa diganti pilih daging lain, daging ayam atau ikan," kata Aru.
Kemudian, batasi konsumsi gula dan lemak karena bisa meningkatkan berat badan. Aru menjelaskan, kegemukan bisa memicu terjadinya kanker. Apalagi jika sudah sampai terkena diabetes. Hal ini berkaitan dengan tingginya kadar insulin pada orang kegemukan.
"Insulinnya ada yang disebut jadi growth factor atau faktor pertumbuhan insulin yang ikut merangsang pertumbuhan sel kanker," jelas Aru.
Tak cukup dengan menerapkan pola makan sehat, untuk mencegah kegemukan sekaligus menurunkan risiko kanker juga sangat diperlukan olahraga teratur.
Kemudian, hindari merokok maupun terpapar asap rokok atau perokok pasif. Sebab, banyak zat dalam rokok yang bersifat karsinogenik.
Ingat, kanker tidak terbentuk secara instan. Jika gaya hidup sehat tidak diterapkan sejak dini atau berlangsung dalam waktu lama, risiko kanker pun meningkat.
Dokter kanker anak, dr Anky Tri Rini KE, SpA-Onk menambahkan, gaya hidup sehat untuk menjauhi kanker bisa dilakukan orangtua kepada anaknya sejak masih bayi.
Misalnya, dengan memilih botol dot yang aman, yaitu tidak terbuat dari bahan polikarbonat. Untuk bahan dot hindari yang terbuat dari bahan lateks, karena jika terkena panas bahan plastik tersebut bisa berubah jadi zat kimia yang tak ramah bagi tubuh.
Selain itu, hindari banyak konsumsi makanan berpengawet hingga menggunakan pewarna buatan. Jangan biasakan anak sering konsumsi junk food.
Loading...