Ridwan Kamil Dikritik karena Dahulukan Medsos untuk Publikasi Masalah

Beritain.ml - Pemerhati politik dari Universitas Padjadjaran, Muradi, berpendapat bahwa Wali Kota Bandung Ridwan Kamil tidak bisa tampil sendiri dalam mengelola Kota Bandung.

Menurut Muradi, saat ini masyarakat cenderung melihat Pemerintah Kota Bandung dalam sosok Ridwan Kamil semata, bukan manajemen pemerintahan yang terintegrasi.

"Harusnya Pak Wali bisa mendistribusikan pekerjaan ke dinas terkait, khususnya soal teknis. Warga hanya mengenal Ridwan Kamil bukan Bandung dalam satu manajemen pemerintahan yang terintegrasi," ujar Muradi dalam forum diskusi di Best Western Hotel, Jalan Merdeka, Bandung, Kamis (10/11/2016).

Muradi menilai bahwa Ridwan harus memberikan ruang lebih kepada dinas terkait untuk memaparkan programnya. Caranya dengan membagi tugas-tugas terkait teknis dan substansial kepada bawahannya.

"Soal detailing, enggak perlu dia yang bicara sendiri. Menurut saya, itu menarik karena beban kerja beliau bisa terbagi," kata dia.

Muradi juga mengkritik cara Ridwan dalam menggunakan media sosial dalam hal publikasi sebuah persoalan.

Ia berpendapat bahwa Ridwan seharusnya menempuh jalur formal dulu sebelum mengunggah kebijakannya di dunia maya.

Muradi menilai bahwa komunikasi yang digunakan Ridwan saat ini justru terbalik karena lebih mendahulukan komunikasi di dunia maya.

"Karena ini lembaga formal, dia harus menempuh jalur formal dulu, beri informasi terbuka ke publik dulu, baru diposting (ke medsos). Jangan kebalik," kata dia.

Dia menambahkan, pola komunikasi dengan menggunakan media sosial akan membuka celah akan datangnya kritik akibat kesalahpahaman. Hal itu karena ruang dalam medsos terbatas, sehingga dikhawatirkan penjelasan yang disampaikan tidak dapat utuh.

sumber : kompas.com
Loading...