Yenny Wahid: Perbedaan Harus Jadi Alat Perekat

Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid, mengatakan bahwa peringatan Hari Toleransi Sedunia merupakan cara untuk mengingatkan bahwa perbedaan di Indonesia adalah sebuah rahmat.

Yenny menyampaikan hal itu dalam acara peringatan Hari Toleransi Sedunia di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta Timur, Rabu (16/11/2016).

"Perbedaan harus dijadikan alat perekat," kata Yenny.

Peringatan Hari Toleransi Sedunia di Kampus UNJ itu digelar dalam bentuk festival perdamaian dan toleransi (Peacetol). Yenny menyatakan, festival semacam ini bertujuan untuk memupuk dan menyebarkan pesan toleransi.

Indonesia, lanjut dia, harus bertahan sebagai bangsa yang toleran. Kesadaran itu yang dianggap Yenny akan membuat Indonesia mampu menghadapi tantangan.

"Sekarang ini dinamika tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di dunia ada sikap intoleransi yang menguat, salah satunya didorong oleh sosial media," ujar Putri sulung presiden keempat RI Abdurrahman Wahid tersebut.

Intoleransi yang muncul di media sosial, kata Yenny, karena informasi yang diserap tidak dikritisi dan dicek kebenarannya.

"Kemudian info itu disikapi dengan reaksi emosional. Di sisi lain ada isu ketimpangan ekonomi, kemudian ini memudahkan konflik," ucap Yenny.

Menurut Yenny, sulit membendung berkembangnya isu intoleransi di media sosial. Pembatasan akses di media sosial juga tak mungkin dilakukan karena bertabrakan dengan kebebasan.

"Mau dibatasi seperti apa. Mau menutup situs-situs nanti dianggap menghalangi kebebasan," ujar Yenny.

Kondisi ketimpangan ekonomi, ucap Yenny, adalah isu paling sensitif yang dapat mengganggu toleransi di Indonesia.

Dia berharap seluruh lapisan masyarakat mampu bersama membendung semua hal yang mengganggu toleransi di Indonesia.

"Seluruh lapisan masyarakat, tokoh agama, pendidik, bahkan pengusaha juga harus terlibat," ujar Yenny.

Pada perayaan Hari Toleransi Sedunia ini akan dihadiri sejumlah tokoh, perwakilan organisasi keagamaan, musisi dan artis, mahasiswa, serta tamu duta besar atau perwakilan dari negara sahabat.
Loading...