9 Siswa Jadi Tersangka Penganiayaan Rombongan Pelajar di Yogyakarta

Polres Bantul kembali mengamankan dua orang yang terlibat penganiayaan sejumlah siswa SMA Muhammadiyah I Yogyakarta pada Senin (12/12/2016) lalu.

Dengan demikian, saat ini ada 10 orang yang diamankan Polres Bantul dan sembilan di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.

"Yang kita amankan ada dua lagi, jadi semuanya 10 orang. Ini hasil dari pengembangan," ujar Kasatreskrim Polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo saat dihubungi, Rabu (14/12/2016).

Mereka yang diamankan yakni berinisial SI, warga Mantrijeron, Kota Yogyakarta; EF, warga Umbulharjo, Kota Yogyakarta; PR, warga Kasihan, Bantul; DD, warga Gedongtengen, Kota Yogyakarta dan; CB, warga Suryoputran, Kota Yogyakarta.

Lalu RA, warga Danurejan, Kota Yogyakarta; DP, warga Kalasan, Sleman; RS, warga Gedongtengen, Kota Yogyakarta; MG, warga Kalasan, Sleman; SI, warga Mantrijeron, Kota Yogyakarta dan; KM, warga Condongcatur, Sleman.


Semuanya masih berstatus pelajar SMA dan berusia di bawah umur. Mereka juga tidak bersekolah di satu sekolah yang sama.

Menurutnya, sepuluh orang yang diamankan, saat dimintai keterangan oleh penyidik, memang mengakui ikut dalam penyerangan. Oleh karena itu, sembilan dari 10 yang diamankan statusnya telah dinaikkan menjadi tersangka.

Sementara, satu orang berinisial CB masih menunggu kedatangan orangtuanya untuk mendampingi.

"Satu berinisial CB belum, masih menunggu kedatangan orangtuanya," tandasnya.

Saat ini, kesembilan tersangka dititipkan di Rumah Tahanan Pajangan, Kabupaten Bantul.

Polres Bantul juga masih akan mendalami peran masing-masing tersangka.

Sebelumnya, pada Senin (12/12/2016) sejumlah siswa SMA Muhammadiyah I Yogyakarta diserang kelompok remaja dalam perjalanan pulang dari pantai di Gunungkidul.

Mereka terluka akibat sabet senjata tajam serta lemparan batu oleh sekelompok orang ketika melintas di Jalan Imogiri-Panggang Dusun Lanteng, Selopamioro.

Akibatnya, beberapa siswa mengalami luka dan harus dilarikan ke rumah sakit pada Selasa (13/12/2016) sekitar pukul 19.30 WIB. Salah satu korban penganiayaan, Adnan Wirawan (16) meninggal dunia di RS Panti Rapih.
Loading...