Cegah Pertemuan Ilegal di Luar Sidang, PN Jakpus Terapkan Pelayanan Satu Pintu


Ada pemandangan berbeda di ruang tunggu Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) beberapa hari ini. Ruang tunggu yang biasanya hanya diisi kursi-kursi saja, kini dimanfaatkan untuk pelayanan perkara.

Humas PN Jakpus Jamaludin Samosir menjelaskan, pelayanan tersebut merupakan pelayanan satu pintu yang baru diterapkan Desember 2016 ini. Menurut Jamaludin, model pelayanan satu pintu di pengadilan seperti ini merupakan yang pertama di Indonesia.

"Iya, jadi nanti semua dilayani di situ. Ada pendaftaran perkara, pendaftaran banding, semuanya. One gate. Kita berlakukan sejak awal Desember 2016," kata Jamaludin saat dihubungi detikcom, Rabu (21/12/2016).

Pelayanan satu pintu tersebut buka dari pukul 08.00-16.30 WIB. Jamaludin mengatakan, ide adanya pelayanan satu pintu ini datang dari Dirjen Badilum yang berdiskusi dengan Ketua PN Jakpus.

"Ini pertama di Indonesia, kita harapkan bisa menjadi role model. Biasanya kan ada pelayanan di lantai 5, 6. Ini semuanya di sini," ujar Jamaludin.

Diharapkan adanya pelayanan ini akan memudahkan dan memperpendek birokrasi agar lebih efektif. Termasuk juga untuk meminimalisir adanya pertemuan-pertemuan 'ilegal' antara pejabat pengadilan dengan pihak berperkara.

"Ini untuk memudahkan pelayanan, juga memperpendek birokrasi dan lebih efektif. Selain itu juga untuk mengatasi banyak panitera-panitera bertemu pihak-pihak, untuk memabatasi hal itu," jelas Jamaludin.
Loading...