Habib Novel Bamukmin Kembali Salahkan Ahok Atas Ditangkapnya 76 Tuna Susila Asal Tiongkok


Keberadaan pekerja seks komersial (PSK) asing di tempat hiburan malam tanah air tengah menjadi sorotan. Pasalnya, petugas imigrasi baru saja membekuk 76 PSK asal Tiongkok di tiga tempat hiburan malam Jakarta, Minggu (1/1/16).

Front Pembela Islam (FPI) pun tak mau ketinggalan bersikap. Ormas yang bermarkas di Petamburan, Jakarta Pusat ini siap membantu aparat penegak hukum membersihkan tempat hiburan dari PSK, baik yang lokal maupun impor.

"Kita kerahkan intel untuk melakukan pengawasan. Kalau ada lokasi hiburan kedapatan menyediakan PSK, kita langsung koordinasi dengan Satpol PP, kepolisian atau imigrasi untuk menggelar razia " kata Sekjen DPD FPI DKI Jakarta, Habib Novel Bamukmin saat dihubungi rmoljakarta, Senin (2/1/16).

Meski begitu, dia memastikan bahwa FPI tidak akan main hakim sendiri dalam memberantas PSK di ibu kota. Novel mengatakan, FPI hanya akan berbagi informasi dengan aparat penegak hukum.

Sementara masalah tindakan di lapangan sepenuhnya diserahkan kepada aparat.

"Kalau instansi terkait meminta bantuan kami, FPI siap. Semuanya akan kami sikat," tegas Novel.

Lebih lanjut Novel mengatakan, keberadaan PSK asing ini tak lepas dari minimnya pengawasan Pemprov DKI Jakarta. Khususnya selama di bawah pimpinan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Novel bahkan mengklaim bahwa FPI telah mengendus adanya keterlibatan oknum pemerintahan dalam bisnis kotor tersebut.

"Kita curiga kehadiran PSK asing karena kerjasama dengan oknum birokrasi. Kareba bisnis ini kan untungnya besar. Tentu banyak yang tergiur," pungkasnya

Loading...