Sindir Sekjen FPI, Meme 'Fitsa Hat' Bertebaran di Medsos


Gara-gara ucapan Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahjana Purnama alias Ahok yang mengatakan Sekretaris Jendral FPI DKI Jakarta Novel Chaidir malu bekerja di gerai fast food Pizza Hut, perbincangan kata Fitsa Hat pun langsung ramai di media sosial.

Asal mulanya sendiri saat Ahok mengklaim Novel pun memelesetkan Pizza Hut menjadi 'Fitsha Hets' dalam daftar riwayat hidup yang tercantum di Berita Acara Pemeriksaan (BAP)-nya.

Sindiran pun meluncur dari akun parodi @MaduratnaCanggu yang mencuitkan “Dear @gojekindonesia kenapa menu di Go Food tidak tersedia menu Fitsa Hats?”

“Pagi-pagi pengen sarapan Fitsahats dan ngopi Setarbak..nyarinya dimana ya?” kata @JonlySibay.

Nah, gara-gara pelesetan itu juga memunculkan beberapa meme yang mengundang gelak tawa. Berikut beberapa diantaranya.





Bahkan ada orang yang bergerak cepat dengan membuat akun Instagram dengan nama Fitsa Hat real.

Novel sendiri hadir menjadi saksi dalam persidangan Ahok, Selasa (3/1) kemarin. Dia dihadirkan sebagai saksi pelapor.

"Ada saksi yang malu karena pernah kerja di Pizza Hut. Nama itu diganti karena mungkin berpikiran tidak boleh (bekerja) dipimpin orang yang beda iman. Saya sampai ketawa, ngakunya enggak memperhatikan," kata Ahok usai menjalani sidang perkara dugaan penistaan agama di Gedung Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (3/1). 

Menurut Ahok, Novel melakukan hal itu karena dianggap bertentangan dengan seruannya selama ini yang menolak pemimpin berbeda iman.

Namun di persidangan, Novel menampik kesalahan penulisan Pizza Hut itu lantaran mengira orang yang mengetikkan kalimat itu salah dengar. Padahal, lanjut Ahok, Novel tercatat pernah bekerja di gerai pizza itu sejak tahun 1992 hingga 1995. 

Tak hanya soal riwayat kerja Novel yang bermasalah. Ahok juga menyebut Novel memberikan kesaksian palsu soal aduan dari warga Pulau Seribu soal penistaan agama yang dituduhkan padanya.

Dalam persidangan, Novel mengaku menerima banyak aduan melalui pesan singkat dan telepon dari warga Pulau Pramuka usai kunjungan Ahok pada 27 September 2016 lalu. Aduan itu berisi laporan terkait dugaan penistaan agama pada surat Al-Maidah ayat 51. 

"Saat ditanya siapa yang telepon dan SMS katanya (Novel) sudah dihapus semua," ucap Ahok.

cnnindonesia.com


Loading...